Minggu, 26 November 2017

Berikut Cara Sederhana Dalam Budidaya Pohon Aren

       Aren merupakan salah satu tanaman palma yang serbaguna dengan kata lain semua komponen tanaman ini bisa dimanfaatkan. Mulai dari daun sampai akar. Daun aren muda dimanfaatkan untuk bahan pembungkus, buahnya bisa dikonsumsi, nira yang dihasilkan bisa diolah menjadi gula, batangnya bisa dimanfaatkan untuk bahan dasar pembuatan perkakas rumah tangga, selain batang, daun dan ijuk nya bahkan bisa dimanfaatkan, serta akarnya bisa dimanfaatkan untuk obat.

Dengan manfaat dari tanaman ini, bila anda melakukan budidaya tanaman ini maka akan mendapatkan profit yang sangatlah menjanjikan. Berikut merupakan Sistem Budidaya Tanaman Aren:

a. Persyaratan Tumbuh

       Aren bisa tumbuh pada daerah beriklim sedang dan basah dengan ketinggian 9 sampai 1.400 mdpl, namun aren bisa tumbuh bagus pada daerah dengan ketinggian 500 hingga 800 mdpl dan memiliki curah hujan sekitar 1200 mm/tahun.

b. Pembenihan Tanaman Aren

       Bibit aren bisa didapatkan dari regenerasi natural bibit atau pembenihan biji bibit. Biji yang akan diciptakan bibit sebaiknya berasal dari pohon palem atau aren yang tumbuh sehat, pilihlah buah aren yang sudah matang berwarna kuning kecoklatan dan memiliki daging lunak, buah yang demikian sebaiknya memiliki ukuran yang besar minimal 4 cm, memiliki kulit buah yang halus serta tak terserang penyakit. Sesudah buah didapatkan keluarkan biji aren dari buah dengan cara membelahnya. Jika sudah, anda wajib menyeleksi lagi biji aren. Karena, biji yang bagus untuk bibit merupakan biji yang berukuran relatif besar, memiliki warna hitam kecoklatan, memiliki permukaan yang halus tak keriput.

c. Penyemaian Biji Untuk Bibit

       Biji untuk bibit selanjutnya disemaikan. Proses penyemaian bibit aren memang berlangsung cukup sedikit lama. Tetapi bisa dipercepatnya dengan cara :
  • Merendam biji dalam larutan HCl dengan konsentrasi 95% selama 15-25 menit.
  • Meredam biji  pada temperatur air panas sekitar 50 derajat selama 3 menit.
  • Mengikirkan penutup embrio pada biji.

       Media untuk penyemaian bisa terbuat dari kantong plastik atau polybag tanam dengan ukuran 20 cm x 25 cm, kemudian polybag tanam hal yang demikian diisi dengan media tanam berupa kompos, pasir dan tanah dengan perbandingan 3 : 1 : 1 dan jangan lupa buat lubang pada komponen bawah polybag  tanam atau kantong plastik tersebut untuk saluran drainase. Biji yang sudah siap tanam selanjutnya dimasukkan ke dalam kantong plastik atau polybag tanam hal yang demikian.

d. Pemeliharaan Bibit Semai Aren

       Bibit akan siap tanam pada lahan tanam jika memiliki ukuran sekitar 40 cm setelah membutuhkan waktu persemaian sekitar 12 sampai 15 bulan. Tetapi selama itu lakukanlah pemeliharaan dengan cara mengerjakan penyiraman sebanyak 2 kali sehari, pada pagi hari dan sore hari. Lakukan pula penyiangan untuk menghilangkan gulma pengganggu juga jangan lupa lakukan penendalian hama serta penyakit bila hama menyerang.


Baca Juga :


e. Penanaman Tanaman Aren

       Tanaman Aren bisa ditanam dengan metode monokultur atau juga bisa menggunakan metode tumpang sari. Lakukan pengolahan lahan tanam seperti pembersihan lahan dari tanaman yang mengganggu, sesudah itu lahan tanam digemburkan dengan cara di bajak. Berikutnya, buatlah lubang tanam dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm dan antar lubang tanam diberi jarak sekitar 5 × 5 m atau 9 × 9 m, sesudah itu berilah tiap-tiap lubang tanam pupuk berupa pupuk sangkar, TSP, dan pupuk Urea, lalu diamkan selama 3 sampai 5 hari, kemudian lakukan penanaman.

       Untuk penanaman dengan metode tumpang sari, anda bisa menanami lahan tanam dengan tanaman aren sekaligus menanam tanaman pelindung atau tanaman penutup seperti leguminose.

f. Pemupukan Tanaman

       Lakukan pemupukan untuk menstimulasi pertumbuhan tanaman agar lebih cepat tumbuh. Pemupukan yang demikian dikerjakan pada tanaman yang sudah berumur 1 - 3 tahun, pemupukan dikerjakan dengan mengaplikasikan pupuk urea, NPK, pupuk sangkar dan juga KCl. Pemupukan yang demikian dikerjakan dengan cara menaburkan pupuk di sekitar batang tanaman aren namun tanah sekitar batang wajib digemburkan dulu.

g. Penguasaan Hama Dan Penyakit Tanaman Aren

Hama yang kerap menyerang tanaman aren antara lain:
  • Badak kumbang atau Oryctes thinoceros.
  • Kumbang sagu atau hinochophorus ferrugineus.
  • Belalang atau Sexava spp .
  • Lebah.
  • Kelelawar.
  • Musang. 
       Pemberantasan hama bisa dikerjakan menggunakan cara mekanis dan kimia. Jika mengaplikasikan cara mekanis anda bisa memotong komponen pohon yang terserang hama hal yang demikian atau menangkap hama hal yang demikian lalu dibakar. Jika mengaplikasikan cara kimia bisa dikerjakan dengan menyemprotkan pestisida yang pas.

       Penyakit yang kerap menyerang tanaman aren merupakan bercak kuning pada daun yang disebabkan oleh Pestalotia sp. dan Helmiathosporus sp. Pencegahan penyakit ini bisa dikerjakan dengan metode menyemprotkan fungisida.

h. Pencegahan Gulma

       Gulma sangatlah mengganggu pada tanaman aren lazimnya ditemukan di 2 daerah merupakan pada komponen poros dan pada tanah disekitar tanaman. Untuk itu lakukan penyiangan secara teratur merupakan sebanyak 4 kali dalam setahun sampai tanaman berumur 3 - 4 tahun.




Lim Corportion Menjual Waring Sayur & Ikan. Apabila Anda Membutuhkan Dan Ingin Memesan Waring Sayur Maupun Ikan
Phone: 031-8830487.

SMS/CALL/WA Kami Di : 0877 0282 1277 / 0852 3392 5564 / 0812 3258 4950.
Untuk info harga waring sayur & ikan silahkan klik DISINI
@ULM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar