Senin, 17 April 2017

Langkah Tepat Budidaya Bawang Merah Agar Hasil Lebih Optimal


Bawang merah (Allium cepa var ascalonicum) merupakan tanaman yang dapat dijadikan bumbu penyedap pada berbagai masakan di seluruh dunia.Bawang merah berasal dari Iran serta Pakistan yang kemudian di budidayakan di daerah dingin, sub-tropis maupun tropis hingga sampai ke Indonesia.Bawang merah mempunyai banyak manfaat, bawang merah dapat dimanfaatkan menjadi bumbu masak, obat, penyedap makanan, dan lain sebagainya.

Bawang merah dapat dibudidayakan di dataran rendah hingga di dataran tinggi dengan ketinggian 900 meter dari permukaan laut. Suhu optimal untuk perkembangan tanaman bawang merah berkisar 25-32 derajat celcius. Sedangkan kadar pH tanah yang sesuai sekitar 5,6-7. Berikut merupakan langkah tepat budidaya bawang merah agar hasil lebih optimal.
*Baca Juga : Langkah Tepat Budidaya Semangka Dengan Teknik Hidroponik

Benih bawang merah
  • Hal pertama yang harus dilakukan yaitu memilih benih bawang merah yang memiliki sifat unggul serta tahan penyakit.
  • Benih bawang merah dapat dipilih yang lokal hingga benih hibrida impor. Kebanyakan budidaya bawang merah menggunakan umbi sebagai benih.
  • Benih bawang merah yang bagus berasal dari umbi yang dipanen tua, lebih dari 80 hari untuk dataran rendah serta 100 hari dataran tinggi. Benih bawang merah yang baik merupakan benih yang telah disimpan selama 2-3 bulan. Ukuran benih sekitar 1,5-2 cm dengan bentuk umbi yang bagus, tidak cacat, berwarna merah tua mengkilap.
  • Kebutuhan benih untuk budidaya bawang merah tergantung dengan varietas, lahan, ukuran benih serta jarak tanam.
Pengolahan tanah serta penanaman
  • Jika tanah tempat menanam bawang merah memiliki pH dibawah 6, maka wajib dilakukan pengapuran. Setelah dilakukan pengapuran, lahan didiamkan selama 2 minggu.
  • Cangkul tanah untuk menggemburkan tanah, lalu buat bedengan dengan lebar kurang lebih 1 meter,tinggi 30 cm serta panjang bedengan di sesuaikan dengan lahan.Berikan jarak antar bedengan sekitar 1 meter.
  • Tambahkan pupuk kandang dengan ditebar di atas bedengan yang sudah dibuat tadi, kemudian aduk dan ratakan hingga bercampur dengan tanah.
  • Diamkan tanah selama seminggu sebelum ditanami bibit bawang merah.
Penanaman Tanaman
Tanam bawang merah dengan cara membenamkan seluruh umbi bawang merah ke dalam tanah.Jarak tanam antar umbi yaitu 20cm x 20 cm untuk musim hujan dan 15 cm x 15 cm untuk musim kemarau.

Perawatan budidaya bawang merah
Penyiraman pada budidaya bawang merah hendaknya dilakukan setiap pagi serta sore secara rutin hingga tanaman berumur 10 hari.Setelah itu frekuensi penyiraman dapat dikurangi hingga satu hari sekali pada pagi maupun sore hari.
Pemupukan susulan diberikan setelah tanaman bawang merah setelah berumur 2 minggu. Jenis pupuk terdiri dari campuran urea, ZA, serta KCl yang diaduk rata. Komposisi masing-masing pupuk sebanyak 93 Kg, 200 kg serta 112 kg untuk setiap hektarnya.
Penyiangan biasanya dapat dilakukan sebanyak dua kali dalam satu musim tanam. Penyiangan dapat dilakukan bersamaan dengan pemberian pupuk susulan.

Pengendalian hama serta penyakit
Budidaya bawang merah mempunyai banyak jenis hama serta penyakit. Namun yang paling sering menyerang di sentra-sentra produksi adalah hama ulat serta penyakit layu.
Hama ulat (Spodoptera sp.) menyerang daun, gejalanya terlihat bercak putih pada daun. Hama ini dibasmi dengan pemungutan manual, ulat serta telur diambil untuk dimusnahkan. Bila serangan semakin banyak dengan kerusakan lebih dari 5% per rumpun daun, semprot dengan insektisida yang berbahan aktif klorfirifos. Sedangkan penyakit yang biasa menyerang yaitu penyakit layu fusarium yang disebabkan oleh cendawan. Gejalanya yaitu daun menguning serta seperti terpilin. Bagian pangkal batang membusuk. Penanganannya yaitu dengan mencabut tanaman yang mati kemudian membakarnya. Pencegahan dapat dengan penyemprotan menggunakan fungsida.
*Baca Juga : Cara Membuat Area Bermain Anak Menggunakan Paranet!

Panen budidaya bawang merah
Bawang merah biasanya sudah dapat dipanen setelah berumur sekitar 55-70 hari sejak tanam. Produktivitas bawang merah sangat bervariasi tergantung dari kondisi lahan, iklim, cuaca serta varietas. Umbi bawang merah yang sudah dipanen wajib dikeringkan terlebih dahulu. Penjemuran bisa berlangsung hingga 7-14 hari. Pembalikan dilakukan setiap 2-3 hari. Bawang yang telah kering, dengan kadar air 85% sudah siap untuk disimpan atau dipasarkan

Selamat Mencoba....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar